Ciri-ciri Telur Palsu, Apakah Benar Ada?

Akhir-akhir ini Indonesia sedang digegerkan dengan kabar mengenai peredaran telur palsu. Konon telur tersebut dibuat dari bahan plastik sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi. Ada pula kabar yang menyebutkan kalau telur ini sebenarnya telur biasa, tetapi sudah diberi tambahan zat-zat kimia agar lebih awet, tahan lama, dan tidak cepat membusuk. Masyarakat pun menjadi waswas saat membeli telur di pasar karena takut menjadi korbannya. Akhirnya mereka semua sibuk mencari tahu bagaimana ciri-ciri telur palsu ini?

Kami sendiri termasuk salah satu pihak menyangkal adanya telur palsu ini. Mengapa? Sebab harga telur di Indonesia terbilang sangat murah. Hanya dengan uang kurang dari Rp 2000, kita sudah bisa mendapatkan sebutir telur. Dengan fakta tersebut, lantas kenapa sampai ada orang yang mau repot-repot membuat telur plastik yang mungkin biaya pembuatannya lebih mahal daripada harga telur asli? Perlu diketahui, telur juga tidak dapat disuntik sebab akan berlubang dan mengakibatkan cangkangnya rusak sehingga cepat membusuk.

ciri-ciri-telur-palsu.jpg

Berikut ini ciri-ciri telur yang katanya palsu. Kami akan mencoba memberikan tanggapan secara ilmiah.

Ciri 1. Telur Palsu Mempunyai Selaput Tipis

Isu yang beredar menyebutkan kalau telur palsu memiliki selaput tipis yang menyelubungi putih dan kuning telurnya. Pernyataan ini benar-benar keliru. Selaput tipis yang dikatakan sebagai plastik tersebut sebenarnya adalah membran telur. Membran telur berfungsi untuk melindungi telur. Semua telur mempunyai membran di dalamnya. Semakin tebal ukuran membran ini, justru menandakan kualitas telur semakin bagus.

Jika kurang percaya, silakan Anda membeli beberapa telur di tempat-tempat yang berbeda. Kemudian pecahkan secara perlahan-lahan bagian bawahnya yaitu bagian telur yang lebih lebar. Selanjutnya Anda akan menemukan lapisan tipis menyerupai selaput yang dinamakan sebagai membran telur. Di bagian tersebut biasanya ada rongga udara yang berguna sebagai cadangan oksigen bagi embrio. Rongga udara ini terletak di antara membran telur dan cangkang telur.

Ciri 2. Adanya Bercak Merah/Hitam di Kuning Telur

Telur yang mempunyai bercak berwarna merah atau hitam di bagian kuningnya diklaim merupakan telur palsu. Memang benar, telur yang baik kondisi kuningnya harus bersih. Namun kadang-kadang timbul bercak merah/hitam pada kuning telur ini yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah selama proses pembentukan telur. Telur yang ada bercaknya ini tetap aman dikonsumsi. Telur tidak bisa disuntik sebab jarum akan menimbulkan lubang. Telur yang sudah berlubang cepat membusuk akibat terkontaminasi udara yang tidak steril.

Ciri 3. Telur Tidak Beraroma Amis

Ini adalah salah kaprah orang yang mengedarkan kabar tentang telur palsu. Katanya telur yang bagus itu berbau amis. Faktanya adalah telur yang berkualitas tinggi justru sama sekali tidak berbau. Munculnya bau amis pada telur malah mengindikasikan kalau kualitas telur tersebut sudah tidak bagus lagi. Penyebabnya mungkin karena telur sudah berlubang atau telur sudah disimpan terlalu lama. Hati-hati terhadap kekeliruan ini.

Ciri 4. Tekstur Putih dan Kuning Telurnya Kenyal

Kesalahan lain yang dilakukan oleh banyak orang adalah mengenali tekstur putih dan kuning telur. Anggapan yang salah yaitu kuning telur yang kenyal menandakan kalau telur terbuat dari bahan plastik. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Telur yang masih segar malah memiliki kuning telur yang sangat kenyal. Bahkan Anda pun masih dapat memisahkan kuning telur tadi dengan sempurna meskipun sudah dituang ke mangkuk. Kuning telur yang bagus justru mudah diangkat menggunakan sendok.

Ciri 5. Rupa Cangkangnya Menyerupai Plastik

Kabar burung juga menyebutkan kalau telur palsu memiliki cangkang yang terbuat dari bahan plastik. Hal ini pun jelas tidak mungkin sebab plastik notabene tidak bisa dipecahkan hanya dengan mengetuknya sedikit memakai sendok. Terlebih harga bahan baku plastik untuk membuat satu cangkang telur jauh lebih mahal daripada harga sebutir telur. Tidak mungkin kan sampai ada oknum yang membuat produk palsu tanpa mengharapkan keuntungan?